Kandidat Proper Hijau 2017

proper hijau emasDirektur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Selaku Ketua Tim Teknis PROPER telah mengumumkan perusahaan-perusahaan yang menjadi kandidat hijau tahun 2017. Berikut petikan press release dari website proper.

Berdasarkan evaluasi Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL) PROPER 2017 diperoleh nilai rataan DRKPL  30,10. Sesuai PermenLH No. 3 Tahun 2014, nilai rataan DRKPL menjadi nilai ambang batas bawah perusahaan yang ditetapkan menjadi kandidat Hijau. Berikut Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Selaku Ketua Tim Teknis PROPER No. SK.30/PPKL/SET/WAS.3/10/2017 Tentang Penetapan Kandidat Hijau PROPER Tahun 2016-2017.

Daftar perusahaan-perusahaan yang menjadi kandidat hijau tahun 2017 dapat diunduh pada link di atas. Ini adalah 5 perusahaan yang memperoleh nilai tertinggi.

No Nama Perusahaan Sub Sektor Kab/Kota Provinsi Nilai DRKP
1 PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHEWMO) Migas EP Kab. Gresik Jawa Timur 72.5
2 PT. Pertamina (Persero) RU VI – Kilang Balongan Migas UP Kab. Indramayu Jawa Barat 72
3 PT. Pertamina EP Asset 1 – Field Rantau Migas EP Kab. Aceh Tamiang Aceh 71.5
4 PT. PJB UP Paiton Energi PLTU Kab. Probolinggo Jawa Timur 68.5
5 PT. Badak NGL Migas LNG/LPG Kab. Bontang Kalimantan Timur 68.5

Untuk diketahui bahwa ada 5 kategori proper. Peringkat  kinerja usaha dan atau kegiatan yang diberikan terdiri dari:

a)  Emas  adalah  untuk  usaha  dan/atau  kegiatan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksiatau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

b) Hijau  adalah  untuk  usaha  dan/atau  kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond  compliance)  melalui  pelaksanaan sistem  pengelolaan  lingkungan,  pemanfaatan sumber  daya  secara  efisien  dan  melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik.

c) Biru adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang  dipersyaratkan  sesuai  dengan  ketentuan atau   peraturan  perundang-undangan yang berlaku.

d) Merah  adalah  upaya  pengelolaan  lingkungan yang  dilakukan  belum  sesuai  dengan persyaratan  sebagaimana  diatur  dalam peraturan perundang-undangan.

e) Hitam  adalah  untuk  usaha  dan/atau  kegiatan yang  sengaja  melakukan  perbuatan  atau melakukan  kelalaian  yang  mengakibatkan pencemaran  atau  kerusakan  lingkungan  serta pelanggaran   terhadap   peraturan   perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi.

 

Tags: